Sandy Tumiwa, Artis yang juga menjadi Ketua Humas Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Masyarakat Setya Kita Pancasila (SKP), terkait terpilihnya Dedie Abdu Rachim, M.A. sebagai Wali Kota Bogor periode 2024-2029, telah menaruh harapan besar masyarakat Bogor untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. Janji kampanye Kang Deddi nama akrab panggilan Walikota Terpiih Kota Bogor Dedie Abdu Rachim, M.A Periode 2024-2029 yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas menjadi landasan utama kepercayaan publik, khususnya dalam konteks pemberantasan korupsi yang selama ini menjadi isu krusial di berbagai daerah di Indonesia.
Kang Deddi, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bogor periode 2019 -2024 mendampingi Bima Arya Sugiarto, Kang Dedie juga pernah menduduki Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, beliau dikenal memiliki rekam jejak yang relatif bersih dan kompetensi yang mumpuni dalam bidang perencanaan pembangunan. Kemampuannya dalam merumuskan strategi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif, dinilai sebagai modal penting untuk meminimalisir potensi penyimpangan anggaran dan praktik korupsi. Pengalamannya di birokrasi juga diharapkan mampu menjadi jembatan yang efektif antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Dedie Abdu Rachim, dalam kampanyenya, sebagaimana di sampaikan Sandy Tumiwa yang nyata mendukung semua rancangan dan program-program Kang Deddi menyatakan bahwa secara eksplisit Kang Dedi menjanjikan komitmen yang kuat dalam memberantas korupsi di Kota Bogor. Janji tersebut meliputi peningkatan pengawasan internal pemerintah, penguatan peran aparatur pengawas internal pemerintah (APIP), serta optimalisasi kerja sama dengan lembaga anti-korupsi seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beliau juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan melalui mekanisme pengawasan yang transparan dan mudah diakses.
Namun, harapan besar tersebut tidak terlepas dari tantangan yang signifikan. Korupsi merupakan masalah sistemik yang membutuhkan upaya berkelanjutan dan terintegrasi. Hanya sekadar janji kampanye tidaklah cukup; implementasi program dan kebijakan anti-korupsi yang efektif dan konsisten menjadi kunci keberhasilan. Transparansi anggaran, pengadaan barang dan jasa yang kompetitif dan bebas dari intervensi, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku korupsi, mutlak diperlukan.
Keberhasilan Dedie Abdu Rachim dalam menjalankan tugasnya sebagai Wali Kota Bogor, dalam konteks memberantas korupsi, akan sangat bergantung pada beberapa faktor kunci. Pertama, sinargi yang kuat antara dirinya dan partisipan, mitra Kerja sama yang solid dan saling mendukung menjadi prasyarat utama untuk mendorong terwujudnya program-program anti-korupsi.
Kedua, dukungan penuh dari legislatif dan aparatur pemerintahan di Kota Bogor sangat krusial. Tanpa dukungan yang solid dari berbagai pihak, program-program anti-korupsi dapat terhambat bahkan gagal dijalankan. Ketiga, partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan pemerintahan merupakan elemen penting. Masyarakat perlu dilibatkan secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program pemerintah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Keempat, peningkatan kapasitas dan integritas aparatur pemerintahan juga menjadi faktor penentu. Pelatihan dan pengembangan kapasitas aparatur dalam hal tata kelola pemerintahan yang baik, serta penegakan kode etik dan disiplin pegawai, sangat penting untuk mencegah terjadinya korupsi.
Kesimpulannya menurut Bang Sandy Tumiwa terkait terpilihnya Kang Dedie Abdu Rachim sebagai Wali Kota Bogor optimis mampu memunculkan harapan baru bagi masyarakat Bogor untuk terbebas dari korupsi. Namun, harapan tersebut harus diimbangi dengan upaya nyata dan komitmen yang kuat dari berbagai pihak. Sukses atau gagalnya upaya pemberantasan korupsi di Kota Bogor, akan menjadi tolok ukur kinerja pemerintahan Dedie Abdu Rachim, M.A selama periode 2024-2029, dan sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Upaya penegakan hukum yang transparan dan konsisten, serta partisipasi aktif masyarakat, menjadi kunci untuk mewujudkan Bogor yang bebas korupsi dan sejahtera. #kameru
Ada 0 komentar untuk artikel ini