Edukasi

Serba Serbi Donor Darah

Serba Serbi Donor Darah
Foto Donor Darah. Sumber ; Foto Koleksi Pribadi

Tangsel, gradasigo - Donor Darah adalah aktivitas menyumbangkan darah oleh seseorang yang dilakukan dengan sukarela.

Darah yang sudah diambil dari pendonor akan disimpan di bank darah dan digunakan untuk keperluan transfusi darah bagi individu yang membutuhkan.

Donor ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang memerlukan tambahan darah, seperti penderita trauma berat yang kehilangan banyak darah, anemia, talasemia, hemofilia hingga leukimia. 

Tujuan donor darah adalah untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan. Kegiatan donor darah berada di bawah pengawasan Palang Merah Indonesia (PMI) dan telah dijamin keamanannya dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. 

Persyaratan pengajuan donor darah di antaranya seperti berikut.

1. Usia minimal 17 tahun, maksimal 60 tahun.

2. Berat badan minimal 50 kg.

3. Sehat jasmani dan rohani.

4. Tidak sedang mengonsumsi obat.

5. Tidak menderita penyakit menular, seperti hepatitis, syphilis, dan lain-lain.

6. Bagi wanita; tidak sedang hamil, menyusui, atau menstruasi.

7. Sebaiknya, 2 jam sebelum donor darah, makan terlebih dahulu.

8. Istirahat yang cukup

9. Menandatangani Informed Consent (identitas, riwayat kesehatan, beserta darahnya diperiksa dan bersedia dikasih tahu hasilnya).

Persiapan Sebelum Donor Darah

Sebelum donor darah, pendonor disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat dan mencukupi asupan nutrisi, seperti protein, zat besi, dan vitamin C.

Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi air putih. 

Adapun pantangan bagi pendonor sebelum melakukan donor darah adalah melakukan aktivitas fisik atau olahraga berat dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Kebiasaan tersebut perlu dihindari setidaknya satu hari sebelum menjalani donor darah. 

Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan

Di antara manfaat donor darah bagi kesehatan adalah seperti berikut.

1. Mengurangi kadar kolesterol. Salah satu manfaat donor darah adalah bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah. Jika kadar kolesterol terkontrol, maka risiko penumpukan plak lemak di pembuluh darah arteri (arterosklerosis) akan berkurang, sehingga aliran darah menjadi lancar. 

2. Menjaga kesehatan jantung. Donor darah secara rutin dapat membuat jantung berdetak lebih stabil dan teratur. Apabila sirkulasi darah lancar, maka organ tubuh juga akan berfungsi dengan baik. Di samping itu, rutin mendonorkan darah juga dapat menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan kanker. Bahkan, kadar zat besi dalam darah bisa lebih stabil dengan rutin mendonorkan darah.

3. Meningkatkan produksi eritrosit baru. Sel darah merah baru dapat mengangkut oksigen dengan lebih efektif ke seluruh organ tubuh, sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat.

4. Deteksi dini penyakit. Sebelum melakukan donor darah, setiap pendonor dapat menjalani pemeriksaan kesehatan secara gratis. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebagai upaya untuk mendeteksi beberapa penyakit menular serius, seperti malaria, sifilis, hepatitis B dan C, hingga HIV. Tujuan pemeriksaan tersebut adalah untuk memastikan bahwa pendonor dalam kondisi sehat. Namun, jika selama pemeriksaan ditemukan adanya penyakit, maka deteksi dini ini akan membantu penderita mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin.

5. Membantu menjaga kesehatan mental. Tidak hanya memelihara kesehatan tubuh secara fisik, rutin melakukan donor darah juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental. Pasalnya, pendonor akan merasa termotivasi untuk menjalani hidup yang lebih sehat sekaligus membantu orang lain, mengingat bahwa setiap tetesan darah sangat berarti bagi orang yang membutuhkan. Sering melakukan kegiatan atau hal yang positif juga bisa membuat kondisi mental menjadi lebih sehat.

Foto Donor Darah. Sumber Foto : rri.co.id

Foto donor darah ; sumber rri.co.id

Prosedur Donor Darah

Setelah pemeriksaan fisik dan pendonor dinyatakan memenuhi syarat, maka petugas medis akan memasukkan jarum steril ke pembuluh darah vena di lengan pendonor untuk mengambil darah.

Prosedur ini biasanya memakan waktu sekitar 5-10 menit dengan jumlah darah bervariasi, ada yang sebanyak 350 cc, 450 cc, dan 500 cc. Pendonor tidak perlu khawatir akan kekurangan darah, karena tubuh akan secara alami memroduksi darah baru untuk menggantinya.

Hal yang Perlu Diperhatikan setelah Donor Darah

Setelah donor darah selesai dilakukan, biasanya pendonor akan mendapatkan makanan kecil dan minuman untuk mencegah rasa pusing dan lemas.

Pendonor juga disarankan beristirahat setidaknya selama 15 menit sebelum kembali beraktivitas seperti biasa. Selain itu, beberapa hal lain yang perlu diperhatikan setelah donor darah adalah sebagai berikut.

1. Jangan melepas plester pada area bekas tusukan jarum setidaknya selama 5 jam setelah donor darah.

2. Hindari merokok paling tidak selama 3 jam setelah donor darah.

3. Hindari mengangkat barang-barang berat setidaknya 5 jam setelah donor darah. 

4. Memperbanyak minum air putih.

5. Konsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging dan kacang-kacangan atau suplemen zat besi.

Admin

Admin

Administrator

Ada 0 komentar untuk artikel ini

Artikel Terkait

About Us

WartaIndo dikelola oleh PT. Proniaga Mitra Sejahtera merupakan media kolaboratif untuk memudahkan pengguna membaca, membuat, dan berbagai berita dan informasi. Warta Indo menyajikan konten berupa berita dan informasi seputar hukum, teknologi, edukasi, olahraga, hiburan, gaya hidup, wisata, kuliner, histori, trending topik, religi, seni budaya, tokoh inspiratif dan kolom opini. Selain ditulis oleh Kru redaksi, WartaIndo juga menerima tulisan dari kontributor dan pembaca.

Cart
  • Belum ada item