News

Workshop Penanganan Akses Reforma Agraria Pengembangan Usaha dan Fasilitasi Akses Pemasaran di Kab. Donggala

Workshop Penanganan Akses Reforma Agraria Pengembangan Usaha dan Fasilitasi Akses Pemasaran di Kab. Donggala
Workshop Penanganan Akses Reforma Agraria Pengembangan Usaha dan Fasilitasi Akses Pemasaran ; Dokumen Pribadi

Sulawesi Tengah, gradasigo – Program Reforma Agraria terus digulirkan oleh pemerintah untuk menciptakan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, Di Kabupaten Donggala, Kantor Pertanahan tak hanya fokus pada penataan aset dan akses lahan, tapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satunya melalui program pendampingan akses pemasaran bagi para pelaku usaha di Desa Towale, khususnya kelompok batik Donggala, yang dilaksanakan beberapa hari lalu dengan menghadirkan sekitar 50 orang para pengrajin Batik Donggala.

Pendampingan yang diberikan berupa pelatihan dan workshop mengenai strategi pemasaran digital, manajemen usaha, hingga pengemasan produk yang menarik. Program ini bertujuan untuk memperluas pangsa pasar batik Donggala, meningkatkan nilai jual, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan para perajin.

"Program Reforma Agraria tidak hanya tentang bagi-bagi sertifikat, tapi bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan aset yang mereka miliki untuk meningkatkan perekonomian," jelas Budiman Jaya Ashari sebagai Narasumber, saat ditemui di sela-sela kegiatan pendampingan di Desa Towale.

Desa Towale sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi batik Donggala. Motifnya yang khas dan nilai historisnya yang tinggi membuat batik Donggala memiliki potensi besar di pasar nasional bahkan internasional.

Melalui program pendampingan ini, para perajin batik dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memasarkan produknya secara lebih luas.

Mereka diajarkan cara memanfaatkan platform e-commerce, media sosial, hingga berpartisipasi dalam pameran-pameran kerajinan.

Respon positif pun datang dari para pelaku usaha batik di Desa Towale. Elvira, salah satu peserta pelatihan, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

"Kami jadi tahu cara memasarkan produk batik secara online, mengelola keuangan usaha dengan baik, dan membuat kemasan produk yang lebih menarik," ujarnya.

Diharapkan, program pendampingan akses pemasaran ini dapat meningkatkan daya saing produk batik Donggala, mendorong pertumbuhan ekonomi di Desa Towale, dan menjadi contoh sukses program Reforma Agraria berbasis pemberdayaan

Admin

Admin

Administrator

Ada 0 komentar untuk artikel ini

Artikel Terkait

About Us

WartaIndo dikelola oleh PT. Proniaga Mitra Sejahtera merupakan media kolaboratif untuk memudahkan pengguna membaca, membuat, dan berbagai berita dan informasi. Warta Indo menyajikan konten berupa berita dan informasi seputar hukum, teknologi, edukasi, olahraga, hiburan, gaya hidup, wisata, kuliner, histori, trending topik, religi, seni budaya, tokoh inspiratif dan kolom opini. Selain ditulis oleh Kru redaksi, WartaIndo juga menerima tulisan dari kontributor dan pembaca.

Cart
  • Belum ada item