News

Kita Omong Apa, Mereka Sudah dimana? Nyata Kerja diatas 200 Ekskavator Untuk Garap 40 Ribu Hektar Lahan Pertanian di Merauke

Kita Omong Apa, Mereka Sudah dimana? Nyata Kerja diatas 200 Ekskavator Untuk Garap 40 Ribu Hektar Lahan Pertanian di Merauke
Dua Ratus Excavator Untuk Percepatan Pengolahan Lahan Pertanian

(Vibizmedia-Nasional) Dorong mekanisasi pertanian di Merauke, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengerahkan sedikitnya 200 ekskavator atau mesin pengeruk untuk optimalisasi penggarapan sekitar 40 ribu hektar lahan serta rencana dibukanya lahan baru seluas 1 juta hektar di Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Andi Amran meminta Bupati Merauke Romanus Mbaraka mencari pihak yang memiliki ekskavator yang bisa dikerahkan untuk optimalisasi dan pembukaan lahan tersebut. ‘’Kalau kurang, nanti kita datangkan dari luar,’’ jelas Andi Amran.

Untuk tahap pertama, lanjutnya, difokuskan pada optimalisasi lahan seluas 40 ribu hektar. Optimalisasi ini adalah terhadap lahan yang selama ini sudah digarap, namun belum bisa ditanami dua sampai tiga kali dalam setahun.

Mentan   Andi Amran Sulaiman saat menyaksikan penanaman perdana di lahan yang dioptimalisasi sel;uas 300 hektar di Kampung Ngutibop, Distrik  Tanah Miring Merauke, Rabu  (29/05/2024) . Penanaman  padi dengan menggunakan  untuk  rice transplanter atau mesin tanam. (foto:Sulo/Cepos)

“Setelah optimalisasi 40.000 hektar maka kita lanjut ke pembukaan lahan baru seluas 1 juta hektar,” katanya. Selain 200 unit ekskavator tersebut, Kementrian Pertanian juga akan menambah bantuan peralatan mesin pertanian (alsitan) dari sebelumnya 250 unit. “Untuk traktor nanti kita tambah 60 unit. Sedangkan untuk rice transplanter atau mesin tanam padi kita tambah 20 unit,” ujarnya.

Andi Amran Sulaiman menjelaskan untuk optimisasi lahan 40.000 hektar tersebut dilakukan secara klaster. Semuanya mengarah ke pertanian modern, dengan mengunakan alat pertanian modern. Dan sangat Jelas disampaikan pada May 30, 2024, yang faktanya terkait mesin, penetapan ketersediaan lahan sudah di tentukan.

“Betul-betul pertanian modern dengan menggunakan teknologi dan nantinya bisa menjadi percontohan di daerah lainnya. Seluruhnya menggunakan mesin pertanian, mulai dari pengolahan lahan, tanam pakai alat, kemudian silo. Semua menggunakan teknologi tinggi,” terangnya.

Untuk menampung hasil pertanian tersebut lanjut Mentan, akan ada semacam perusahaan (PT) yang akan mengelolanya, sehingga pembukaan lahan pertanian di Merauke dengan tujuan petani sejahtera, menyerap tenaga kerja, menekan angka kemiskinan dan pertumbuhan daerah.

“Untuk pembagiannya antara pemilik tanah dan perusahaan yang mengelola lahan ini dengan sistem pembagian 40:60. Artinya pemilik lahan 40 sedangkan pengelola 60. Tapi yang lebih tahu Pak Bupati (Merauke),” jelasnya.

Sementara untuk mengatasi banjir yang kerap melanda Merauke dikatakan Mentan Andi akan ditangani dengan sistem pengairan atau drainase. ‘’Salurannya harus diperbaiki, dinormalisasi. Karena setiap tahunnya terjadi pendangkalan, sehingga sistem drainasenya wajib dinormalisasi,’’ tandasnya. Mentan juga mengingatkan agar proyek ini berjalan dengan baik, maka hanya satu komando dibawah Pangdam XVII/Cenderawasih.

Bupati Merauke Romanus Mbaraka optimis wilayah yang dipimpinnya mampu menjadi lumbung pangan nasional. Ia mengatakan dukungan pemerintah pusat baik berupa alsintan, benih, pupuk hingga pendampingan petani secara langsung di lapangan akan berdampak positif terhadap pengembangan pertanian di wilayahnya.

“Dengan potensi yang ada, mudah mudahan dalam jangka waktu tiga sampai enam bulan ke depan 40 ribu hektar lahan ini akan menjadi sasaran yang akan kami kelola, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami, semoga dengan potensi yang ada ini bisa kami kelola dengan baik sehingga kami bisa mencukupi kebutuhan pangan Indonesia,” tegasnya.

Sebagai informasi, total optimalisasi lahan di Kabupaten Merauke untuk tahap awal ini mencapai 44.711 hektar. Lokasinya tersebar di tujuh titik utama yakni Distrik Jagebob seluas 5.060 ha, Distrik Kurik 12.742 ha, Distrik Malind 6.186 ha, Distrik Merauke 1.686 ha, Distrik Naukenjerai 261 ha, Distrik Semangga 7.027 ha dan Distrik Tanah Miring seluas 11.746 ha. 

Admin

Admin

Administrator

Ada 0 komentar untuk artikel ini

Artikel Terkait

About Us

WartaIndo dikelola oleh PT. Proniaga Mitra Sejahtera merupakan media kolaboratif untuk memudahkan pengguna membaca, membuat, dan berbagai berita dan informasi. Warta Indo menyajikan konten berupa berita dan informasi seputar hukum, teknologi, edukasi, olahraga, hiburan, gaya hidup, wisata, kuliner, histori, trending topik, religi, seni budaya, tokoh inspiratif dan kolom opini. Selain ditulis oleh Kru redaksi, WartaIndo juga menerima tulisan dari kontributor dan pembaca.

Cart
  • Belum ada item