News

WAYANG KULIT RELIGI "ANTAREJA MBALELO, bersekutu Dengan Durna?"

WAYANG KULIT RELIGI
ANTAREJA MBALELO, bersekutu Dengan Durna?

“RADEN ONTOREJO GUGAT”
(Pementasan Peringatan Hari Kebangkitan Pemuda Indonesia Berkarya)**

PROLOG — Oleh: Drs. H. Mulyono

“SULUK KEBANGKITAN”

Dalang membuka pementasan dengan suluk lirih:

“Sapa nandur becik bakal ngundhuh kabecikan.
Ing wengi padhang iki, kita nyekseni lakon anyar
bab satriya enom kang gugat ora mung marang liyan,
nanging marang awake dhewe.
Mugi dados pepadhang tumrap para mudha Nusantara.”

Diiringi gending awal, muncul Gunungan, lalu kisah dimulai.


ANTAREJA MBALELO, bersekutu Dengan Durna?

BABAK I — KERAJAAN AMARTA GELISAH

Di Amarta, para Pandawa sedang membangun Padepokan Kawruh Naya, tempat pembinaan generasi muda. Program ini diprakarsai oleh seorang tokoh bijak kerajaan, Ki Mulyonegoro (penokohan inspiratif dari Drs. H. Mulyono), penasihat spiritual dan pendidikan Pandawa.

Beliau mengajarkan:

  • Kejujuran adalah fondasi kepemimpinan

  • Berkarya adalah wujud syukur kepada Tuhan

  • Pemuda adalah “cahya negara”

Di tengah upaya membangun padepokan, muncul masalah:
laporan dana pembangunan hilang, dan nama Raden Ontorejo, putra Arjuna, menjadi tertuduh.

Raden Ontorejo adalah ksatria muda yang jujur, cerdas, tetapi keras mempertahankan prinsip.


BABAK II — ONTOREJO DIGUGAT

Para pradata (dewan kerajaan) memanggil Ontorejo.
Ia dituduh menyalahgunakan amanah.

Ontorejo menolak:

“Kula ora gadhah dosa.
Yen kula salah, mugi Gusti nekseni.
Nanging yen kula bener, kula badhe gugat ketidakadilan iki.”

Arjuna, sebagai ayah, bingung.
Ia mencintai anaknya, tetapi patuh pada aturan keraton.

Melihat kegelisahan ini, Ki Mulyonegoro menasihati:

“Gugatan paling abot dudu marang wong liya,
nanging marang hawa nepsu lan rasa gumunggung.
Sapa sing menang nglawan awaké dhewe,
iku satriya sejati.”

Ontorejo bertekad membuktikan kebenaran tanpa amarah.


BABAK III — MISTERI HILANGNYA AMANAH

Raden Ontorejo bersama dua sahabatnya, Raden Satrio Wening dan Raden Bramayudha, melakukan penyelidikan.

Mereka menemukan jejak menuju Alas Sungsang, tempat gangguan para Butakala.
Di sana, seorang Buta Raksasa bernama Kalung Candala mengaku diperintah seseorang dari lingkungan keraton.

Setelah duel etis dan nasihat religi, Ontorejo tidak membunuh sang Buta.
Ia menasihati dengan makna spiritual:

“Kebencian ora bisa dibales kebencian.
Kabeh kawula Gusti pantes nampa pituduh.”

Kalung Candala tersentuh, lalu mengungkap nama pelaku sesungguhnya:
Patih Wiranggana, pejabat kerajaan yang iri pada Ontorejo.


BABAK IV — GUGATAN BESAR ONTOREJO

Ontorejo kembali ke keraton, bukan untuk memberontak, tetapi untuk menggugat melalui kebenaran dan akhlak.

Dengan saksi Kalung Candala dan bukti lain, Ontorejo menghadap dewan.
Ia berkata:

“Kula ora madosi kalepasan kula piyambak.
Nanging kula madosi kabeneran supados para mudha sinau:
Amanah iku luwih larang tinimbang nyawa.”

Patih Wiranggana akhirnya mengakui perbuatannya.
Keraton kembali damai.


BABAK V — KEBANGKITAN PEMUDA AMARTA

Ki Mulyonegoro memberikan wejangan penutup, membangun semangat para pemuda:

“Pemuda iku dudu sekadar umur.
Pemuda iku jiwa sing tansah kepengin mulya,
tansah golek kawruh,
tansah ngudi kebaikan kanggo bangsa lan agama.”

Atas kisah Ontorejo, Pandawa meresmikan Hari Kebangkitan Pemuda Amarta—
perayaan semangat berkarya, kejujuran, dan pertanggungjawaban.

Raden Ontorejo mendapat amanah baru sebagai pembina muda Amarta.


EPILOG — PESAN RELIGI UNTUK INDONESIA

Dalang menutup lakon dengan doa:

“Mugi pemuda bangsa tansah diparingi pepadhang,
tansah eling marang Gusti,
lan tansah wani ngadeg kangge kabeneran.
Kaya Ontorejo,
sing gugat ora nganggo drengki,
nanging nganggo iman lan karya.”

Gunungan kembali berdiri.
Gending penutup mengiringi pesan kebangkitan.


#KAMERU

Admin

Admin

Administrator

Ada 0 komentar untuk artikel ini

Artikel Terkait

About Us

WartaIndo dikelola oleh PT. Proniaga Mitra Sejahtera merupakan media kolaboratif untuk memudahkan pengguna membaca, membuat, dan berbagai berita dan informasi. Warta Indo menyajikan konten berupa berita dan informasi seputar hukum, teknologi, edukasi, olahraga, hiburan, gaya hidup, wisata, kuliner, histori, trending topik, religi, seni budaya, tokoh inspiratif dan kolom opini. Selain ditulis oleh Kru redaksi, WartaIndo juga menerima tulisan dari kontributor dan pembaca.

Cart
  • Belum ada item