Purwakarta, 1 Mei 2026 — Masjid Muhammadiyah Al-Ittihad yang berlokasi di Jl. Kopi No. 09, Purwakarta, menggelar kegiatan pengajian pada Jumat malam (1/5) usai pelaksanaan sholat Isya berjamaah. Acara ini menghadirkan penceramah Ustadz Rendi Saputra, yang dikenal luas dengan julukan “Ustadz Makan-Makan”.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Purwakarta, pengurus Masjid Al-Ittihad, serta masyarakat umum. Pengajian berlangsung dengan khidmat sekaligus interaktif, ditandai dengan antusiasme jamaah dalam sesi tanya jawab yang berlangsung meriah.
Dalam ceramahnya, Ustadz Rendi Saputra menekankan pentingnya peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Ia mendorong agar masjid mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial, termasuk dalam aspek kesejahteraan umat.
Sebagai tindak lanjut dari semangat tersebut, Masjid Al-Ittihad berencana meluncurkan program makan siang gratis bagi jamaah sholat Dzuhur berjamaah. Program ini ditujukan untuk masyarakat umum dengan harapan dapat memberikan manfaat langsung, baik secara fisik maupun spiritual—“perut kenyang, hati pun senang”.
Pelaksanaan program ini direncanakan dimulai pada pekan depan, setelah panitia menyelesaikan kegiatan studi banding ke salah satu masjid di wilayah Bandung yang telah lebih dahulu menjalankan program serupa.
Usai kegiatan pengajian, Ustadz Rendi Saputra juga menyempatkan diri mengunjungi kantor Lazismu dan berdiskusi bersama Haris Nugroho. Pertemuan tersebut membahas berbagai gagasan strategis terkait pengembangan Lazismu ke depan agar semakin berkontribusi luas bagi masyarakat.
Haris Nugroho, yang dikenal dengan slogannya “Hidup sekali, senangnya berkali-kali”, menyampaikan harapannya agar Lazismu dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih besar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Purwakarta.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menguatkan peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus sosial, sejalan dengan visi membangun masyarakat yang lebih berdaya dan sejahtera.
(Red/Kribo)
Ada 0 komentar untuk artikel ini