Lampung, gradasigo - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi membantu generasi muda terutama Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (ATS) untuk mengembangkan minat dan bakat wirausaha melalui program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).
Program tersebut gencar dilakukan melalui kerjasama dengan berbagai Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Indonesia, melalui proses seleksi.
Salah satunya, di LKP Bina Dharma Pringsewu Lampung, yang mendapat alokasi program PKW platinum di tahun 2024.
Peserta pelatihan selain mendapat pelatihan keterampilan dan kewirausahaan, juga memperoleh bantuan peralatan rintisan usaha. Kemudahan itu di dapat 40 pemuda peserta program pendidikan kecakapan wirausaha (PKW) tahun 2024.
Bantuan tersebut setelah mereka menyelesaikan pelatihan yang digelar sejak tiga bulan lalu di Bina Dharma yang didukung oleh Direktorat kursus dan pelatihan direktorat jenderal pendidikan vokasi kementrian pendidikan, kebudayaan, risert dan teknologi.
Peserta Didik PKW LKP Bina Dharma Pringsewu. Foto: Dok Pribadi
LKP Bina Dharma Pringsewu masuk dalam 26 lembaga yang terpilih dan Program level platinum.
Dimana peserta Program yang digelar berkatagori platinum level tertinggi selain mendapatkan pelatihan pesertanya juga mendapatkan peralatan.
"Setelah sekitar 300 jam mengikuti pelatihan Peserta juga di buatkan program perkelompok berupa bahan rintisan kerja," terang chief executive officer LKP Bina Dharma Pringsewu Lampung Junaidi,S. Kom.
Selama mengikuti pelatihan Peserta tak hanya mendapat materi teknis namun juga materi lainnya.
Seperti karakter wira usaha, menejemen usaha dan disain grafis digital, rintisan kerja serta keselamatan kerja.
Tak sebatas pelatihan setelah ini lanjut Junaidi peserta akan tetap di pantau serta dituntut untuk menyampaikan pelaporan.
Untuk itu Direktorat kursus dan pelatihan direktorat jenderal pendidikan vokasi kementrian pendidikan, kebudayaan, risert dan teknologi - lembaga kursus dan pelatihan Bina Dharma Pringsewu Lampung berharap peserta PKW dapat mandiri.
Dalam artian setelah mengikuti pelatihan tersebut dapat menciptakan lapangan kerja minimal bagi kelompoknya. Untuk itu tetap akan melakukan pemantauan.
"Kita tetap memantau selama setahun. Peralatan yang di berikan selama lamanya tapi tak boleh dijual karena akan berhadapan dengan hukum bila di langgar," ungkapnya.
irektur LKP Bina Dharma Pringsewu memberikan Arahan dalam Penutupan Program PKW. Foto: Dokumen Pribadi, 26/09/2024.
Junaidi mencontohkan alumni PKW telah ada yang terus menjalankan rintisan usahanya.
"Sudah ada alumni PKW di pekon Wates yang menghasilkan omzet sampai Ro 10 juta ," terangnya.
Terkait hal itu pihaknya juga berharap dukungan pemkab pada program tersebut.
Sedangkan PJ bupati Pringsewu Marindo Kurniawan diwakili Kabid Perindustrian pada dinas koperindag Pringsewu Rika Kartini memandang PKW tak sekedar memberi pengetahuan.
Namun juga menumbuhkan semangat wira usaha.
"Kami berharap pada peserta agar ilmu yang didapat dapat di aplikasikan serta di tularkan pada yang lain," ungkapnya.
Bahkan langkah yang di lakukan oleh Bina Dharma mendapat apresiasi luar biasa dari pemkab.
Dimana langkah yang dilakukan Bina Dharma tak hanya sebatas memberikan ilmu namun juga menyiapkan Wira usahawan terlebih mereka di bantu peralatan serta dilengkapi dengan NIB untuk menjalankan usaha.
Penyerahan bantuan peralatan rintisan usaha kepada peserta didik program PKW Tahun 2024 kerjasama LKP Bina Dharma dan Direktorat Kursus dan Pelatihan Kemendikbudristek RI. Foto: Dok Pribadi, 26/09/2024
Hadir perwakilan Disdik,Camat Pringsewu, Lurah Pringsewu Barat, owner KopVet Umbar, Kacab BNI cabang Tanjungkarang, kacab BSI Pringsewu, PT Bina Asia Digitalindo, Print Sewu Digital Printing, Radja Studio dan digital Printing, perwakilan orang tua peserta PKW, serta instruktur lembaga kursus dan pelatihan Bina Dharma.
Adapun Alat Rintisan Usaha yang di berikan
- Komputer Spesifikasi Grafis (1 Kelompok = 1 Unit)
- Printer Inkjet Eco Tank Scan All in One (1 Kelompok = 1 Unit)
- Printer Laser (1 Kelompok = 1 Unit)
- Cutting Sticker (1 Kelompok = 1 Unit)
- Mesin Prees Kaos Clam Shell 38x38 (1 Kelompok = 1 Unit)
- Mesin Laminating YT 320 (1 Kelompok = 1 Unit)
- Mesin Plong ID Card (1 Kelompok = 1 Unit)
- Lemari berkas (1 Kelompok = 1 Unit)
- Pemotong Kertas (1 Kelompok = 1 Unit)
- Kursi Kantor (1 Kelompok = 1 Unit)
Bahan Rintisan Usaha
- Kaos Polos (1 kelompok = 5 Buah), Bahan ID Card PVC (1 kelompok = 5 pack)
- Kertas Polyflex Solid Standard White (1 kelompok = 5 meter)
- Kertas Laminasi F4 (1 kelompok = 5 pack )
- Tinta Warna MCYB (1 kelompok = 5 botol )
- Kertas Photo Glosy (1 kelompok = 5 pack )
- Kertas HVS A4 (1 kelompok = 5 rim)
- Kertas HVS F4 ( 1 kelompok = 5 rim)
Ada 0 komentar untuk artikel ini