Toli-Toli, gradasigo – Desa Ginunggung, Kecamatan Galang, Kabupaten Toli-Toli, merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat dan meriah pada tanggal 16 September 2024, bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1446 H.
Perayaan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Danlanal Toli-Toli, Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Toli-Toli, Camat Galang, Wakapolsek Galang, Kepala KUA Galang, Kepala Bandara Sultan Bantilan Toli-Toli, Kepala Desa Ginunggung, Kepala Desa Kalangkangan, Ketua BPD Desa Ginunggung, masyarakat Desa Ginunggung dan Desa Kalangkangan, serta rekan media.
Lebih dari 1000 orang berkumpul untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dan merayakan 10 tahun Anniversary Rekor MURI replika Masjid terbesar dari rangkaian 7000 telur, 7000 cucur, dan 7000 ketupat Nabi.
Perayaan diawali dengan serangkaian kegiatan menarik seperti Lomba Ceramah Agama Berbahasa Daerah Toli-Toli, Lomba Shalawat, dan Lomba Story Telling tentang Kisah Kelahiran dan Perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Lomba-lomba ini tidak hanya meriah, namun juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal dan mencintai ajaran Nabi Muhammad SAW.
"Perayaan Maulid Nabi ini adalah momentum penting untuk meneladani akhlak mulia dan nilai-nilai luhur yang diajarkan Nabi Muhammad SAW," ujar Anwar Lihawa, Kepala Desa Ginunggung, dalam sambutannya. "Semoga perayaan ini dapat menginspirasi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat."
Acara puncak diisi dengan pembuatan Kaddo Minyak, tradisi unik yang hanya ada di Desa Ginunggung. Kaddo Minyak merupakan hidangan tradisional khas yang terbuat dari campuran santan kelapa, telur, dan rempah-rempah. Proses pembuatannya yang unik dan penuh makna menarik perhatian para tamu undangan.
"Tradisi Kaddo Minyak ini menjadi bukti kuatnya iman dan ketakwaan masyarakat Desa Ginunggung," tambah Farham Sulaiman, tokoh Pemuda desa Ginunggung. "Semoga tradisi ini terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang."
Perayaan Maulid Nabi di Desa Ginunggung tidak hanya meriah, namun juga bermakna. Acara ini mengingatkan kita akan kebesaran ajaran Islam dan keutamaan meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.
Makna Maulid Nabi:
Peringatan Maulid Nabi memiliki makna yang sangat penting bagi umat Islam, di antaranya:
- Melekatkan Rasa Cinta dan Hormat kepada Nabi Muhammad SAW: Perayaan ini mengingatkan kita akan jasa dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran Islam.
- Meningkatkan Ketakwaan dan Iman: Perayaan ini mendorong masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Mempererat Tali Silaturahmi: Perayaan ini menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan persatuan dan kesatuan di masyarakat.
- Menjadi Momen untuk Berbagi: Perayaan ini menjadi momen untuk saling berbagi dan membantu sesama, baik dalam bentuk materi maupun spiritual.
Kisah Nabi Muhammad SAW:
Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT yang diutus untuk menyampaikan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia.
Beliau lahir di Mekkah pada tahun 570 Masehi dari keluarga yang terhormat. Sejak kecil, beliau dikenal sebagai orang yang jujur, amanah, dan berakhlak mulia.
Pada usia 40 tahun, beliau menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. Wahyu ini menginstruksikan beliau untuk menyebarkan ajaran Islam.
Perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran Islam tidaklah mudah. Beliau mengalami banyak tantangan dan hambatan dari kaum kafir Quraisy.
Namun, beliau tetap teguh berpegang pada ajaran Islam dan terus berjuang untuk menyebarkan pesan Allah SWT.
Ada 0 komentar untuk artikel ini