*Bishop Dikson Panjaitan Ketua Sinode Gereja GLKRI :* Kami berharap Putusan Peninjauan Kembali kasus Kennedy Manurung akan seadil-adilnya.
wartaindo.com Setelah Sidang PK yang dilakukan di pengadilan negeri medan, Senin, (14/10/2024) memasuki babak akhir dan menunggu Putusan dari Hakim PK (Peninjauan Kembali). Rahmayani Amir Ahmad SH, dengan Terdakwa Kennedy Manurung.
Setelah 6 (enam) Kali disidangkan sebelumnya dan Semua Bukti atau Novum Baru telah diserahkan oleh Tim Pengacara Bapak Kennedy Manurung ke Hakim PK (Peninjauan Kembali) disaksikan pihak Lawan/Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Medan.
Sebenarnya sudah cukup jelas dan cukup bukti yang diserahkan, Seperti Bukti Surat Keterangan Kematian pelapor Pertama dari Lurah Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia a.n Alfonso Hutapea dan Surat Kematian Penerima Kuasa Irwan Junaidi, SE dari Lurah sitirejo III Kecamatam Medan Amplas, Kota Medan dan bukti bangunan ruko terlantar sudah puluhan tahun acuannya UU Agraria tentang menguasai Tanah yang terlantar, dan kejanggalan saksi pelapor pertama dan kedua tidak pernah datang atau bertemu dengan Kennedy Manurung di lokasi ruko, kantor Polisi, Kejaksaan Maupun dalam persidangan di PN (Pengadilan Negeri) Medan, penegakan Hukum tidak bisa menghadirkan saksi Pelapor untuk didengarkan kesaksiannya dalam kasus Kennedy Manurung, patut diduga, kasus yang dialami Kennedy Manurung ini ada kesalahan di dalam prosedur hukum sehingga Kennedy Manurung ditahan saat ini.
“Sebagai seorang yang beragama Kita Doakan aja agar Hakim PK (Peninjauan Kembali) yang menangani kasus bapak Kennedy ini bisa memutuskan dengan sebenarnya dan ditinjau kembali segala sesuatunya karena kita anggap itu tidak bersalah dan dia hanya sebagai pemakai ruko saja dan harapan kita agar pihak pengadilan Negeri medan segera bebaskan bapak Kennedy dari Rumah Tahanan Kelas IIB Balige”. ujar pak Bishop ini kepada media.
Atas perkara tersebut pihak media melakukan konfirmasi kepada jaksa penuntut umum atas dasar penahanan dan hasil akhir terkait kasus Kennedy Manurung namun saat dikonfirmasi Jaksa Rahmayani Amir Ahmad SH Bungkam. (ARPIN/WARUWU
Ada 0 komentar untuk artikel ini